Semarang, Senin, 16 Juni 2025

Desa Branjang, Ungaran Barat, Semarang

Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Diponegoro, mahasiswa dari Tim KKN-T 106 menjalankan program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, bekerja sama dengan UMKM kerajinan resin Sigur.id. Kegiatan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dari 5 Mei hingga 16 Juni 2025, dengan arahan dan bimbingan dari para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A., Gani Nur Pramudyo, M.Hum., dan Siti Komariya, S.S., M.A. Kegiatan diawali dengan kunjungan langsung ke workshop Sigur.id, tempat di mana Tim KKN-T mendapat pemaparan awal mengenai konsep Resin Eco-Kultural, sebuah pendekatan kerajinan yang memadukan unsur ekologi dan budaya lokal dalam proses produksinya. Pada kesempatan tersebut, pendiri Sigur.id memberikan penjelasan mendalam mengenai nilai filosofis dari setiap produk serta teknik dasar penggunaan resin pada berbagai media, seperti gantungan kunci (keychain). Setelah sesi pengenalan teori, kegiatan berlanjut ke tahap praktik pembuatan kerajinan resin. Mahasiswa terlibat langsung dalam proses kreatif di bawah arahan langsung dari founder Sigur.id. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait metode produksi serta eksplorasi desain yang mengangkat kekayaan lokal sebagai sumber inspirasi.

 

Dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik ini, terdapat luaran berupa beberapa program multidisiplin guna membantu Sigur.id untuk semakin berkembang terutama dalam pemasaran seperti :

  1. Pengembangan Website Sigur.id

Mahasiswa dari jurusan Teknik Komputer dan Informatika merancang situs resmi Sigur.id yang berfungsi sebagai katalog digital. Setiap produk resin akan disertai dengan narasi asal-usul, latar cerita, dan proses pembuatannya. Selain itu, website ini juga menjadi ruang publikasi artikel seputar kegiatan KKN.

  1. Optimalisasi Penjualan Produk Sigur.id di E Commerce

Mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, bekerja sama lintas jurusan, memfokuskan diri pada penguatan kanal pemasaran digital. Platform seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop dioptimalkan dengan narasi deskriptif yang menggugah emosi pembeli, khususnya melalui cerita historis di balik produk.

  1. Pengelolaan Media Sosial Sigur.id

Tim media sosial mengambil peran penting dalam mengelola akun Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya. Konten yang diunggah tidak hanya mendokumentasikan kegiatan KKN, tetapi juga memuat kampanye naratif visual yang menonjolkan aspek budaya dan sejarah dari setiap produk

  1. Pembuatan Video Profile

Anggota tim video profile bekerja sama untuk membuat video profile dai kegiatan KKN-T di Desa Branjang ini. Tim terbagi menjadi scriptwriter, videographer, editor, pembuat thumbnail, dan scoring. Outputnya yakni terbuatnya video profile selama 8 menit yang memperkenalkan desa Branjang, sejarah Sigur.id dan rekap kegiatan dari aksi nyata mahasiswa KKN-T 106 dalam membantu pengembangan usaha UMKM Sigur.id.

  1. Publikasi Ilmiah dan Jurnal Budaya Lokal

Sebagai bagian dari program multidisiplin KKN-T 106 Universitas Diponegoro, publikasi ilmiah menjadi salah satu strategi unggulan dalam mendukung eksistensi UMKM Sigur.id. Mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, bertanggung jawab dalam penyusunan jurnal dan artikel ilmiah yang mengkaji nilai historis dan budaya lokal dalam produk-produk resin.

 

Seluruh rangkaian program yang dijalankan oleh Tim KKN-T 106 Universitas Diponegoro di Desa Branjang tidak hanya menunjukkan sinergi lintas disiplin ilmu, tetapi juga memperlihatkan komitmen nyata mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan UMKM lokal berbasis budaya. Melalui pengembangan website, optimalisasi e-commerce, manajemen media sosial, produksi video profil, hingga publikasi ilmiah, kolaborasi ini membuktikan bahwa pendekatan akademik dapat memberikan dampak langsung pada penguatan identitas dan pemasaran UMKM.

Harapannya, upaya yang telah dilakukan oleh Tim KKN-T 106 tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi fondasi awal bagi Sigur.id untuk terus berkembang sebagai UMKM berbasis lokalitas yang mampu bersaing di era digital. Lebih dari sekadar proyek akademik, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun desa, merawat budaya, dan menghadirkan perubahan yang bermakna.