Semarang, 15 Juni 2025 — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 106 telah menuntaskan program pengabdian masyarakat yang penuh semangat dan tantangan di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Program ini merupakan bagian dari komitmen UNDIP untuk memperkuat kontribusi akademisi muda terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui transformasi digital, khususnya pada sektor UMKM. KKNT Tim 106 menggandeng mitra lokal, Sigur.id, sebuah usaha kecil yang bergerak dalam bidang seni kerajinan kayu dan resin. UMKM ini dimiliki oleh Mas Janu, seorang perajin sekaligus pengusaha lokal yang telah lama mengembangkan produk kerajinan berbasis bahan alami dengan sentuhan resin modern. Produk-produk Sigur.id memiliki keunikan artistik tersendiri, namun belum sepenuhnya menjangkau pasar yang lebih luas karena keterbatasan dalam bidang pemasaran digital dan manajemen e-commerce. 

Lima Pilar Program Kerja KKNT Tim 106

Sebagai bentuk kontribusi nyata, KKNT Tim 106 membawa lima program kerja utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh Sigur.id dalam memperkuat eksistensinya di dunia digital.

1. Optimalisasi E-Commerce

Dalam era digital, keberadaan toko daring bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. KKNT Tim 106 membantu Sigur.id mengelola dan memaksimalkan platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Tim membuat katalog digital, melakukan optimalisasi deskripsi produk, memotret ulang produk agar lebih menarik, serta menyusun strategi promosi seperti flash sale dan diskon bundling. Hasilnya, interaksi dan transaksi di toko daring Sigur.id mengalami peningkatan secara signifikan.

2. Pembuatan Website Profesional

Website menjadi etalase utama sebuah UMKM di era sekarang. Untuk itu, tim KKNT 106 merancang dan membangun situs resmi Sigur.id yang menampilkan informasi lengkap tentang profil usaha, katalog produk, layanan pemesanan, serta integrasi dengan media sosial. Tidak hanya itu, website juga dilengkapi dengan fitur SEO (Search Engine Optimization) agar dapat muncul di pencarian Google dan meningkatkan daya jangkau pasar.

3. Optimalisasi Media Sosial

Dalam strategi pemasaran modern, media sosial berperan penting dalam membentuk citra dan koneksi emosional dengan konsumen. Tim KKNT 106 menyusun kalender konten untuk Instagram dan Facebook, menciptakan konten visual yang konsisten dan menarik, serta menyusun narasi promosi yang menyentuh sisi personal pembeli. Storytelling menjadi pendekatan utama yang dipakai, agar produk Sigur.id tidak hanya “terlihat”, tetapi juga “terasa”.

4. Publikasi Jurnal Ilmiah

Sebagai bagian dari tanggung jawab akademik, KKNT Tim 106 juga menyusun artikel ilmiah yang mendokumentasikan proses pendampingan UMKM ini. Artikel tersebut dirancang untuk dipublikasikan di jurnal pengabdian masyarakat sebagai bukti konkret keterlibatan mahasiswa UNDIP dalam mendukung ekonomi lokal melalui pendekatan berbasis teknologi dan komunikasi strategis.

5. Pembuatan Video Profil UMKM

Tim juga membuat video profil Sigur.id yang menampilkan proses produksi, kisah di balik usaha, serta nilai-nilai yang ingin dibawa oleh Mas Janu dalam setiap karyanya. Video ini diunggah di kanal YouTube dan digunakan sebagai alat promosi visual di media sosial dan marketplace. Tujuannya adalah membangun kepercayaan konsumen melalui transparansi proses dan kisah inspiratif sang pemilik usaha.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode hybrid, yaitu gabungan antara kunjungan langsung ke lokasi dan kerja daring (Work From Anywhere). Tim melakukan observasi dan pendampingan langsung di rumah produksi Mas Janu, namun sebagian besar proses teknis seperti desain website, pengelolaan media sosial, serta koordinasi tim dilakukan dari lokasi masing-masing. Metode hybrid ini dinilai sangat efektif dan menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan KKN. Tidak hanya memberikan ruang fleksibilitas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi kolaboratif seperti Google Meet, Trello, dan WhatsApp Group sebagai alat kerja utama. Mas Janu, selaku pemilik Sigur.id, mengaku bahwa kehadiran KKNT Tim 106 sangat membantunya dalam meningkatkan kapasitas bisnis. “Sebelumnya saya hanya fokus di produksi, tidak punya cukup waktu dan kemampuan untuk mengurus toko online, media sosial, atau bikin website. Sekarang semuanya terasa lebih tertata. Bahkan saya jadi tahu cara membaca data penjualan,” tutur Mas Janu. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa keterampilan teknis, tetapi juga semangat baru yang membuatnya lebih percaya diri dalam memasarkan produk secara digital. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pengunjung media sosial dan mulai adanya pemesanan dari luar kota. Proses pelaksanaan program tidak selalu berjalan mulus. Tim menghadapi berbagai kendala, mulai dari jaringan internet yang tidak stabil di desa, keterbatasan waktu bertemu langsung dengan mitra, hingga perbedaan pemahaman teknologi antara mahasiswa dan pelaku usaha. Namun semangat kolaborasi dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci untuk menyelesaikan semua hambatan.

 

Setiap kendala dijadikan bahan refleksi dan pembelajaran, sehingga tim tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang lebih tangguh dan solutif. “Kami tidak hanya belajar tentang teknologi, tapi juga tentang empati, komunikasi, dan bagaimana menjembatani ilmu dengan praktik nyata di masyarakat,” ujar salah satu anggota tim. Program KKNT ini tidak hanya berhenti pada masa KKN. Tim merancang sistem dokumentasi kerja dan pelatihan mini yang dapat digunakan Mas Janu secara mandiri setelah program selesai. Hal ini bertujuan agar mitra tidak bergantung sepenuhnya kepada mahasiswa, melainkan mampu meneruskan pengelolaan digitalnya secara berkelanjutan. Selain itu, tim juga membuat laporan tertulis dan infografik perkembangan bisnis mitra sebelum dan sesudah program, sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan intervensi yang dilakukan. Kegiatan KKNT Tim 106 Universitas Diponegoro di Desa Branjang adalah bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi lokal. Dengan pendekatan yang terstruktur, humanis, dan berbasis teknologi, KKNT ini memberikan kontribusi tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi juga dalam bentuk nilai: nilai kolaborasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Program ini juga membuka cakrawala baru bagi mahasiswa bahwa pengabdian bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses belajar kehidupan yang sesungguhnya — di mana ilmu, kreativitas, dan kepekaan sosial bertemu untuk menciptakan perubahan.

Dinar Rizqy