Semarang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip). Sekelompok dosen dari Fakultas Ilmu Budaya berhasil meraih Juara II dalam kategori Academic Article pada ajang Open Integrity Interfaith Event 2025. Kompetisi bergengsi ini mengundang akademisi dan kreator dari berbagai latar belakang untuk menyumbangkan gagasan terkait keberagaman dan interaksi antaragama melalui tulisan ilmiah dan karya kreatif.

Dengan artikel yang membahas perspektif budaya dalam membangun harmoni antaragama, para dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Undip mampu menarik perhatian dewan juri. Tulisan mereka mengangkat peran nilai-nilai budaya lokal dalam memperkuat toleransi dan menjembatani perbedaan keyakinan di Indonesia. Menggunakan pendekatan multidisipliner, artikel ini tidak hanya mengupas teori interfaith tetapi juga menyajikan studi kasus konkret dari berbagai komunitas di Tanah Air.

Penghargaan Juara II ini mengantarkan tim dosen Undip untuk membawa pulang hadiah sebesar Rp 1.500.000. Dosen-dosen yang dimaksud adalah Marta Widyawati, S.S., M.Hum., Anindita Fikri Amalia, S.S., M.S., dan Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kajian budaya memiliki kontribusi besar dalam membangun pemahaman yang lebih inklusif dan mendalam terkait keberagaman di Indonesia.

Selain kategori akademik, ajang Open Integrity Interfaith Event 2025 juga membuka kompetisi untuk Creative Video, di mana para peserta mengekspresikan gagasan mereka melalui film pendek, musik, tarian, atau cerita visual lainnya. Acara yang diselenggarakan oleh RSCJ Indonesia ini bertujuan untuk mendorong dialog lintas agama dan memperkuat nilai-nilai toleransi melalui berbagai bentuk ekspresi.

Keberhasilan dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip dalam ajang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi akademisi lainnya untuk terus menggali dan mengembangkan penelitian yang berkontribusi pada upaya memperkuat harmoni sosial di Indonesia.