Desa Branjang, Ungaran Barat – Di tengah gempuran tuntutan pasar dan persaingan dagang, pelaku UMKM Aquascape menghadapi tekanan psikologis yang tak bisa diabaikan. Mulai dari kelelahan produksi, tekanan inovasi motif, hingga kejaran deadline pengiriman, semua menjadi pemicu stres yang sering kali berujung pada turunnya kepercayaan diri.

Salah satu pelaku usaha lokal Antoaquarium & Art mengungkapkan tantangan sehari-harinya, “Saya kerja sendirian, dari produksi, belanja bahan, kirim barang, sampai bikin motif baru. Kadang over produksi sampai 100 barang sehari, padahal normalnya cuma 50. Itu bikin capek fisik, tapi yang lebih berat malah di batin.” Ia juga mengaku sering mengalami cemas tanpa sebab, kesulitan tidur, dan rasa malu berlebihan ketika harus bertemu orang baru.

Aquascape, yang sejatinya merupakan seni merancang lanskap bawah air, ternyata menyimpan potensi lebih besar dari sekadar dekorasi. Menurut The Pharma Innovation Journal (2021), elemen-elemen visual seperti gerak ikan, warna air, dan bentuk tanaman air menciptakan efek meditatif yang dapat menurunkan tingkat kecemasan. Hal ini diperkuat oleh Zhang dkk., (2023) yang menyebut paparan lanskap air berpengaruh signifikan terhadap penurunan stres akibat tekanan hidup modern.

Konsep “healing waterscape” pun mulai dilirik sebagai pendekatan baru. Penelitian Prasandrya dkk., (2024) membuktikan bahwa interaksi dengan lanskap air secara berkala mampu meningkatkan kondisi psikologis seseorang. Ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya menjual produk estetis, tetapi juga menghadirkan nilai terapeutik bagi diri sendiri dan konsumen.

Beberapa pelaku usaha mengaku mendapatkan inspirasi dari alam saat merasa mentok dan stres. “Biasanya kalau buntu ide, saya pergi ke alam, lihat air terjun, naik gunung. Dari situ muncul gambaran motif baru,” ujar Bagas, salah satu pelaku UMKM Aquascape Antoaquarium & Art.

Di tengah minimnya akses terhadap layanan psikologi di desa, pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi solusi yang relevan. Ridlo (2021) dari Universitas Airlangga menekankan pentingnya pelatihan bersama yang menggabungkan terapi seni, latihan relaksasi, dan afirmasi diri untuk meningkatkan ketahanan mental pelaku usaha. Apalagi, banyak di antara mereka yang enggan berbagi beban secara terbuka dan memilih memendamnya sendiri.

Penguatan kepercayaan diri, manajemen stres, dan dukungan sosial menjadi kunci agar UMKM tetap tangguh menghadapi tantangan zaman. Jika aquascape mampu menciptakan ketenangan bagi penikmatnya, sudah waktunya ia juga dimanfaatkan untuk menenangkan sang perajin. Karena di balik kejernihan akuarium, ada cerita perjuangan, rasa lelah, dan harapan yang terus tumbuh.

 

Penulis : Ananda Thirdiana N Aulia (KKNT 107 UNDIP 2025, Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro)