Lewat Poster dan Zine, Mahasiswa Sasindo Undip Bangun Kesadaran Sampah di Desa Kragilan

Program pengelolaan sampah yang dijalankan di Desa Kragilan berangkat dari kondisi lingkungan desa yang hingga kini belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Keterbatasan tersebut membuat warga selama ini mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, dengan berbagai pilihan yang tidak selalu dapat dilakukan secara optimal. Dari kondisi itulah kemudian muncul inisiatif pengelolaan sampah berbasis warga melalui pembuatan tungku sampah serta keranjang sampah botol dan gelas plastik sebagai upaya mengurangi timbulan sampah dan menjaga lingkungan desa.

Dalam rangkaian program tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro TIM 1 Sub Tim 94 berperan memfasilitasi berbagai pendekatan, baik teknis maupun edukatif. Keranjang sampah botol dan gelas plastik dirancang untuk memisahkan sampah bernilai ekonomis yang nantinya dapat dijual ke pengepul, sementara tungku sampah hadir sebagai alternatif pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan kesepakatan warga.

Pendekatan teknis tersebut kemudian dilengkapi dengan kegiatan edukasi kepada warga. Pada 7 Februari 2026, kegiatan sosialisasi pembudayaan membuang sampah, pemasangan poster edukasi, serta peluncuran zine dilaksanakan di Balai RW 3 Dusun Kragilan. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara upaya pengelolaan sampah secara fisik dan pembentukan kesadaran perilaku warga.

Dalam kegiatan tersebut, Damar Hisam, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, menjalankan peran edukatif melalui pendekatan kultural. Ia terlibat dalam sosialisasi pembudayaan membuang sampah serta pemasangan poster kreatif edukasi di lingkungan dusun sebagai media pengingat visual bagi warga.

Selain poster, Damar juga menggagas dan memperkenalkan zine bertajuk “Aturen, Ojo Diawuren”. Zine ini berisi cerita-cerita pendek bernuansa satir dan sentilan tentang persoalan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui medium tersebut, isu sampah tidak disampaikan secara normatif, melainkan dihadirkan melalui bahasa dan cerita yang dekat dengan pengalaman warga.

Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, Damar memanfaatkan latar belakang keilmuannya untuk menjadikan bahasa dan narasi sebagai alat edukasi lingkungan. Pendekatan ini dipandang sebagai pelengkap dari program pengelolaan sampah yang telah dirintis, dengan tujuan membangun kesadaran kolektif warga secara bertahap dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Februari 2026 tersebut menandai penguatan pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan sampah di Desa Kragilan, di mana solusi teknis dan pendekatan kultural berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan desa

Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., selaku Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB Undip, mendukung penuh kegiatan KKN ini. Beliau berharap ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswi lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan di Prodi Sastra Indonesia lainnya.

(Damar Hisyam Dwi Pasha)